NHW #8 "MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS"
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Masyaa Allah, sudah pekan ke 8 aja nih belajar di IIP, gak terasa banget, banyak hikmah dan pengetahuan baru. Kali ini belajar tentang banagimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Ada prinsip Bu Septi Peni Wulandani yang saya highlight yaitu:
“Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”, sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta. “Be Professional, Rejeki will Follow”.
Masih nyambung dengan itu, tugas Nice Homework 8 adalah tentang Menemukan Misi Spesifik Hidup, merangkai Be – Do – Have dan menerjemahkannya dalam lifetime purpose, strategic planning, dan new year resolution.
Memilih Aktivitas
Pertanyaan/instruksi pertama di NHW 8 ini adalah memilih aktivitas
yang sebelumnya sudah dikelompokkan di NHW 7. Saya diminta memilih salah
satu aktivitas dari Kuadran 1, yaitu aktivitas yang SUKA dan BISA.
Berikut aktivitas-aktivitas di Kuadran 1 saya :
SUKA
|
|
BISA
|
KUADRAN I
·
Bercerita
·
Reading
·
Writting
· Coaching
·
Traveling
·
Fotography
·
Meneliti
·
Colaborating
·
Teamwork
·
Learning/Educating
·
Outbond
·
Olahraga bulu tangkis
·
Singing
|
Berhubung di pertanyaan/instruksi kedua NHW 8 ini diminta menguraikan
Be – Do – Have. Maka urutan berpikirnya dari BE dulu, baru ke DO, baru
ke HAVE. Aktivitas yang diminta di pertanyaan/instruksi pertama NHW 8
ini tentu adalah ranah DO.
ST 30 membantu menemukan BE – nya kita. Sementara
pertanyaan/instruksi pertama disini adalah memilih aktivitas, yang
berarti tentang DO. DO nya kita akan sangat tergantung dari BE yang
dipilih. Setiap satu tipe peran yang ada di ST 30 (setiap BE), memiliki
banyak aktivitas (DO). Jadi susah juga untuk memilih kalau hanya boleh
pilih satu aktivitas. Karena setiap 1 peran yang saya pilih sebagai BE –
nya saya, otomatis mengikutsertakan banyak DO di dalamnya.
Di tugas NHW 7, bahwa di antara beberapa tipe peran
kuat yang muncul sebagai hasil ST 30 saya, saya memilih Educator dan
Motivator untuk saya dalami. Untuk mempersempit pilihan aktivitas yang
harus dilakukan, saya memilih 1 tipe peran yang saya anggap paling Gue
Banget, dan sesuai juga dengan NHW#4 yaitu : Educator. Inilah BE – nya saya.
Untuk aktivitas-aktivitas yang merupakan turunan dari Educator ini,
saya Enjoy melakukannya, Easy mengerjakannya, Excellent hasilnya, dan
mudah-mudahan Earn (menghasilkan) berupa kemuliaan dan rejeki. Seperti
yang Bu Septi dan Abah Rama ajarkan.
Sebagai highlight, jadi aktivitas yang saya pilih adalah : Learning/Educating, Reading, Writting, Colaborating, Coaching.
Be – Do – Have
Konsep Be-Do-Have ini saya temukan penjelasan dari Zig Ziglar (alm.), seorang pembicara dan motivator internasional. Alm. Zig Ziglar juga penulis 14 buku, dan konsepnya ditulis ulang oleh banyak motivator, trainer, dan penulis di seluruh dunia. Melalui penjelasan seorang trainer bernama Malcolm Out di video Zig Ziglar’s Be Do Have, bisa dijelaskan konsep Be Do Have menurut beliau adalah sebagai berikut :
Penjelasan lain tentang Be-Do-Have menurut Mark Victor Hansen dan Robert G. Allen, dalam karya kolosalnya yang
berjudul, “One Minute Millionare”, menberikan formula kesuksesannya.
Be adalah sisi dalam kita, yang bersifat abstrak: termasuk didalamnya
adalah pikiran, semangat, keyakinan dan lain-lain. Sisi inilah yang
dibangkitkan oleh para motivator..
Do adalah sisi ketrampilan kita, segala sesuatu yang berbentuk kata
kerja; berlatih, berkunjung ke pelanggan, menelepon, melakukan etc …
Ini harus kita dapatkan sendiri melalui tindakan dan evaluasi terus
menerus, akan menjadi habbit yang mendukung.
Lalu, bagaimana dengan HAVE nya?
Nah, jika kita dapat melakukan segala perkerjaan dengan terampil,
ditambah dengan semangat dan daya juang yang tinggi, bukankah
kelimpahan (HAVE) akan mudah didapat?
Be=> Menjadi
Do=> Melakukan
Have=> Mempunyai
A Coaching Model Created by Wynoami Glasser
(Life Coach, UNITED STATES)
(Life Coach, UNITED STATES)
Jadi kalau menggunakan konsep Be – Do – Have, kita memulai dari Be dulu, baru ke Do, kemudian ke Have. Dengan konsep –konsep di atas, maka inilah BE – DO – HAVE saya :
Beranjak dari kotak BE maka DO yang akan dilaksanakan adalah learning/educating,reading, writting, colaborating dan coaching (sesuai dengan aktivitas kuadran 1), sebagai Ibu Pembelajar ingin menyerap berbagai ilmu anak dan keluarga, salah satu nya tahapan ilmu-ilmu pada IIP. Berkontribusi dan berkolaborasi pada komunitas, dll. Dengan demikian diharapkan nantinya saya akan memiliki atau HAVE setidaknya memiliki ruang berbagi dan juga untuk memotivator orang-orang di lingkungan sekitar.
Menyusun Milestone untuk Pencapaian (Achievements)
Milestone pencapaian yang harus disusun ini harus mampu menjawab 3 pertanyaan berikut :
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Sesuai mission of life, dapat memberikan kebermanfaatan bagi sesama dengan memaksimalkan potensi yang ada, sebagai media beribadah kepada-Nya.
2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
Menyelesaikan tahapan kelas di IIP dan memiliki ruang untuk berbagi baik melalui tulisan/buku ataupun komunitas dan seminar.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Untuk 1 tahun kedepan insya Allah hutang pengasuhan terbayarkan
(dikarenakan baru hijrah dari working mom ke fulltime mom),
berkontribusi di Komunitas Home education (HEbAT) untuk melatih
kreativitas dan public speaking, membuat portofolio perkembangan anak,
membuat financial management keluarga, manajemen waktu & komunikasi
keluarga yang baik dan mematuhi checklist indikator demi terwujudnya
10000 jam terbang.
Milestone pencapaian yang ingin saya lalui untuk mewujudkan misi hidup:
Dalam menjalankan aktivitas untuk mewujudkan peran yang diinginkan, maka belajar adalah hal utama yang harus dijalankan dengan tentunya memohon keridhoan Allah agar dimudahkan, tidak lupa selalu bertafakur dan Tazkiyatun Nafs.
Kunci dari mencapai ini semua adalah MULAI melakukan perubahan. Seperti yang Bu Septi Peni Wulandani sampaikan “karena pilihannya hanya satu : BERUBAH atau KALAH”.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar